Selasa, 27 September 2011

Konsep dan mekanisme tanggung jawab dan akontabilitas perawat


Pendahuluan
Tanggung jawab dan akontabilitas sangat penting dalam menentukan mutu kinerja perawat dan bidan. Hal ini membutuhkan proses mental untuk menjadikan perawat bekerja secara professional. Perawat dan bidan harus waspada serta meningkatkan kinerjanya mengingat tanggung jawab dan akontabilitas berhubungan dengan kegiatan atau tindakan perawat. Mereka perlu memonitor dan mengevaluasi semua hasil pekerjaan yang telah dilakukannya, dan selalu berupaya meningkatkan serta menjaga mutu pelayanan.

Pengertian
     ·         tanggung jawab: mengarah dapa kinerja tindakan dari tugas, mencangkup tindakan para staf dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk mensejahterakan pasien
     ·         akontabilitas: mengarah pada hasil dari tindakan yang dilakukan. Ini berarti penerima hasil kerja atau tindakan serta tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, serta tindakan, dan catatan yang dilakukan dalam batas kewenangan.

Konsep tanggung jawab dan akontabilitas
Tanggung jawab
      ·         menempatkan kebutuhan pasien diatas kepentingan sendiri.
      ·         Melindungi hak pasien ntuk memperoleh keamanan dan pelayanan yang berkualitas dari perawat.
      ·         Selalu meningkatkan pengetahuan, keahlian serta menjaga perilaku dan melaksanakan tugasnya.
      ·         Akontabilitas
      ·         Dapat mempertahankan kinerja professional berdasarkan standart yang berlaku.
Tanggung jawab
Tanggung jawab menunjukkan kewajiban. Ini mengarah pada kewajiban yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan secara professional. Manajer dan para staf harus memahami dengan jelas tentang fungsi tugas yang menjedi tanggung jawab masing-masing perawat serta hasil yang ingin dicapai dan bagaimana mengukur kualitas kinerja stafnya. Perawat yang professional akan bertanggugjawab atas semua bentuk tindakan klinis keperawatan yang dilakukan dalam lingkup tugasnya.
Tanggung jawab diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan kinerja yang ditampilkan guna memperoleh hasil pelayanan keperawatan yang berkualitas tinggi. Yang perlu diperhatikan dari pelaksanaan tanggung jawab adalah memahami secara jelas tentang “uraian tugas dan spesifikasinya” serta dapat dicapai berdasarkan standart yang berlaku dan disepakati. Hal ini berarti perawat mempunyai tanggung jawab yang dilandasi oleh komitmen. Dimana mereka harus bekerja sesuai fungsi tugas yang dibebankan kepadanya.
Untuk mempertahankannya , perawat hendaknya mampu dan selalu melakukan intospeksi serta arahan pada dirinya sendiri (self-directed), merencanakan pengembangan diri secara kreatif dan senantiasa berusaha meningkatkan kualitas kinerjaya. Hal ini diperlukan agar mereka dapat mengidentifikasi elemen-elemen kritis untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja klinis mereka guna memenuhi kepuasan pasien dan dirinya sendiri dalam pekerjaannya. Mencaat respon dan perkembangan pasien dengan lengkap dan benar merupakan salah satu tanggung jawab perawat dalam melaksanakan tugasnya

Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah pertanggungjawaban hasil pekerjaan, dimana “tindakan” yang dilakukan merupakan satu aturan professional. Oleh karena itu pertanggung jawaban atas hasil asuhan keperawatan mengarah langsung pada praktisi itu sendiri. Pada tingkat pelaksanaan sebagai perawat harus memiliki kewenangan dan otonomi (kemandirian) dalam pengambilan keputusan terhadap pelaksana tugas-tugasnya termasuk menyeleksi staf, terutama mengarah pada kemampuan kinerja mereka masing-masing. Selanjutnya, setiap perawat sebagai anggota tim bertanggung jawab terhadap penugasan yang dilimpahkan kepadanya. Oleh karena itu, setiap perawat harus faham terhadap pertanggungjawaban atas tugas yang dibebankan  kepadanya. Kepla ruangan wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dari stafnya. Perawat professional harus dapat mempertanggungjawabkan tindakan yang dilakukan dalam pencapaian tujuan asuhan kepeawatan kepada pasien. Kepekaan diperlukan kedapa hasil setiap tindakan yang dilakukan, karena berhubungan dengan tanggung jawab, pendelegasian, kewajiban dan kredibilitas profesinya.
Akontabilitas professional mempunya beberapa tujuan, antara lain:
  1. Perawat harus mempertanggungjawabkan tindakannya kepada pasien, manajer dan organisasi tempat mereka bekerja.
  2. Mereka bertanggungjawab terhadap tindakan yang diambil untuk pasien dan keluarganya, masyarakat dan juga terhadap profesinya.
  3. Mengevaluasi praktek professional dan para stafnya.
  4. Menerapkan dan mempertahankan standart yang telah ditetapkan dan yang dikembangkan oleh organisasi.
  5. Membina ketrampilan staf masing-masing
  6. Memastikan ruang lingkup dalam proses pengambilan keputusan secara jelas.

Mekanisme akuntabilitas
  1. Keperawatan klinis
Kelompok perawat bekerjasama selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu untuk merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi asuhan keperawatan untuk sekelompok pasiennya. Mereka mempunyai wewenang penting untuk memenuhi tanggungjawabnya dan harus mampu menerima akontabilitas untuk pencapaian hasil praktek keperawatan. Kewenangan yang dimiliki perawat umtuk memberikan asuhan keperawatan diarahkan langsung kepada pasien pada setiap saat dalam melaksanakan tugas. Praktek klinik keperawatan merupakan instrument yang sudah biasa dilakukan dan dapat dipergunakan dalam mempromosikan prakterk profesionalnya. Seorang manajer dapat mengembangkannya melalui dorongan dan kepercayaannya terhadap staf perawat, agar mereka semakin memiliki kesadaran, dan kemampuan klinis dalam memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi.
  1. Etika perawat
Kerangka konsep dan dimensi moral dari suatu tanggungjawab dan akontabilitas dalam praktek klinis keperawatan  didasarkan atas prinsip-prinsip etika yang jelas serta diintegrasikan kedalam pendidikan dan praktek klinis. Hubungan perawatan dengan pasien dipandang sebagai suatu tanggungjawab dan akuntabilitas terhadap pasien yang pada hakikatnya adalah hubungan memelihara (caring). Elemen dari hubungan ini dan nilai-nilai etikanya merupakan tantangan yang dikembangkan pada setiap system pelayanan kesehatan degan berfokus pada sumber-sumber yang dimiliki. Perawat harus selalu mempertahankan filosofi keperawatan yang mengandung prinsip-prinsip etika dan moral yang tinggi sebagai perilaku memelihara dalam menjalani hubungan dengan pasien dan lingkungan. Sebagai contoh, ketika seorang perawat melakukan kesalahan dalam memberikan obat kepada pasien, dia harus secara sportif (gentle) dan rendah hati (humble) berani mengakui kesalahan. Pada kasus ini dia harus mempertanggungjawabkan kepada:
a.       Pasien sebagai konsumen
b.      Dokter yang mendelegasikan tugas kepadanya.
c.       Manajer ruangan yang menyusun standart atau pedoman praktek yang berhubungan dengan pemberian obat.
d.      Direktur rumah sakit atau puskesmas yang bertanggungjawab atas semua bentuk pelayanan dilingkup organisasi tersebut.
Mempertahankan akontabilitas profesonal dalam asuhan keperawatan
1.      Terhadap diri sendiri:
a.       Tidak dibenarkan setiap personal melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan  status kesehatan pasien.
b.      Mengikuti praktek keperawatan berdasarkan standart baru dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi canggih.
c.       Mengembangkan opini berdasarkan data dan fakta.
2.      Terhadap klien atau pasien
a.       Memberikan informasi yang akurat berhubungan dengan asuhan keperawatan.
b.      Memberikan asuhan keperawatan berdasarkan standart yang menjamin keselamatan, dan kesehatan pasien.
3.      Terhadap profesinya
a.       Berusaha mempertahankan dan memelihara kualitas asuhan keperawatan berdasarkan standart dan etika profesi
b.      Mampu dan mau mengingatkan sejawat perawat untuk bertindak professional dan sesuai etika moral profesi
4.      Terhadap institusi/organisasi
Mematuhi kebijakan dan paraturan yang berlaku, termasuk pedoman yang disiapkan oleh institusi atau organisasi.
5.      Terhadap masyarakat
Menjaga etika dan hubungan interpersonal dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas tinggi

Kesimpulan
Tanggungjawab dan akontabilitas memerlukan dasar komitmen yang kuat dalam praktek keperawatan untuk dapat mengembangkan kemampuannya secara mandiri. Disamping itu diperlukan kemampuan untuk dapat mengarahkan dirinya sendiri, sehingga dapat mengidentifikasi elemen-elemen kritikal untuk mengembangkan atau peningkatan kinerja dalam elaksanaan tugasnya, dalam rangka mempertahankan tercapainya status professional. Melalui pembelajaran diri secara terus-menerus, perawa harus senantiasa meningkatkan pengetahuan, kemampuan, serta memelihara perilaku yang etis dalam professional untuk menghasilkan kinerja klinis yang berkualitas tinggi.
Hal tersebut akan tercapai apabila semua fungsi tugas dan kegiatan dilandasi etika dan standart dengan memanfaatkan dan menerapkan mekanisme akontabilitas untuk memenuhi kepuasan pasien dan kepuasan kerja.